5 Pengingat Mama Agar Tetap Selalu Semangat Meski si Kecil Lagi Rewel-rewelnya. Sini Peluk!

Di periode wabah beini, lagi di dalam rumah 24/7 dengan keluarga dapat disebut jadi karunia tertentu bagi beberapa orangtua. Kapan kembali kan, dapat untel-untelan sama anak terus menerus, walau sebenarnya umumnya terpotong sama jam kerja di kantor. Tetapi terkadang ini bisa juga jadi buah simalakama. Jika pisah dengan anak, berasa bersalah jadi. Eh tetapi jika full sama anak non-stop tanpa ada interval, bisa saja membuat depresi juga. Apa lagi jika mama sekalian disambi kerja. Sudah urusah kantor tidak beres-beres, kerjaan rumah terus jalan, anak mendadak jadi moody kronis. Ugh, rasanya tuch semakin capek!

Iya, Ma. Lelah, pengin tiduran sepanjang hari dan tutup mata sama kepentingan rumah itu lumrah kok. Terkadang, khawatir masalah kelangsungan hidup sepanjang wabah saja telah kuras energi, ditambahkan lagi hadapi segunung kerjaan dan tanggung jawab bersama anak yang kemungkinan sebab kelamaan di dalam rumah, jadi rewel dan mudah tantrum. Tetapi supaya mama masih semangat, mudah-mudahan 5 pengingat ini dapat cukup membuat hati hangat. Kuy dibaca!

Selaku ibu, terkadang ada peristiwa di mana maunya pengin dech dapat memisah diri dan kerjakan seluruh pekerjaan dan beban pada sebuah waktu. Bersihkan rumah, checked. Mengurus anak, checked. Mengurus kerjaan kantor, checked. Maunya seluruh mulus lancar. Tetapi sayang, terkadang jika anak tiba-tiba rewel, sulit makan, berantakin rumah pol-polan…hufhh, pengin nangis dech rasanya. Kalau sudah ini, mengambil waktu sesaat untuk diam, menarik napas dan pejamkan mata. Mama bukan manusia super yang dapat prima kerjakan seluruh pekerjaan pada sebuah waktu. Normal kok Ma untuk senewen dan berasa lelah!

Waktu anak mulai berlagak dan membuat mama kecewanya sampai ke ubun-ubun, inga-ingat kembali jika sang kecil jadi korban sepanjang wabah ini. Saat-saat bebas bermain mereka terenggut, mereka tidak dapat bebas mengekplor banyak tempat serta harus setop bersekolah. Kebayang tidak sich berduka dan jemunya? Maka bila mereka mulai berlagak, silahkan berempati dan memandang sang kecil benar-benar kembali bad mood dan cuman perlu didampingi.