Lahir Sehat, Bayi 40 Hari Meninggal Tertular Penjenguk Positif Corona. Niat Baik, Berakhir Bencana

Dengan new normal, beberapa hal yang dijauhi untuk dikerjakan saat wabah sekarang mulai dikerjakan kembali, walau sebenarnya masalah Covid-19 masih makin bertambah sampai sekarang ini. Sebagian orang bahkan juga telah berani mengadakan pernikahan sampai yang belakangan ini berlangsung ialah menengok bayi yang baru dilahirkan yang berlangsung di Pamekasan, Jawa Timur. Sayang, kemauan baik ini usai jelek untuk keluarga bayi sebab mereka harus kehilangan anak imutnya.

Dikutip dari Kompas, bayi lucu ini tercipta sehat begitu juga ke-2 orang tuanya. Kelahirannya disongsong suka ria di RSUD Smart Pamekasan sampai waktu pulang beberapa tetangga yang turut menyongsong berganti-gantian menggendong tanpa ada mengetahui jika di diri mereka bersarang virus yang pada akhirnya melekat juga pada sang kecil yang belum berdosa. Sesudah dirawat sebab positif Corona dengan tanda-tanda demam, sesak, dan batuk, pada akhirnya bayi ini harus kehilangan nyawa di umur 40 hari.

Meskipun pengin memperlihatkan rasa perduli, tetapi. Ketika semacam ini alangkah lebih arif bila tidak asal-asalan menengok apa lagi sampai menggendong dan mencium bayi. Selaku tukarnya, ada banyak pilihan untuk menukar hal itu. Kita baca yok apa!

Waktu menengok orang yang baru melahirkan karena itu orang yang dikunjungi ialah mereka yang rawan terserang virus ini. Hingga meskipun penjenguk berasa sehat bisa saja mereka orang tanpa ada tanda-tanda yang mempunyai potensi menyebarkan Corona. Supaya aman penjenguk tidak perlu masuk di di rumah, masih awasi contact dengan ibu baru dan keluarga dan gunakan masker. Seharusnya awasi jumlah dan waktu beberapa penjenguk.

Yakinkan telah membuat janji awalnya. Ketika mau lakukan video call ini hingga ibu bayi tidak terasa terusik dan tidak nikmat bila tidak mengusung teleponmu. Sebatas bertanya. Berita dan dengarkan pengalaman dan keluh kesahnya bisa saja benar-benar. Melipur untuk dia yang lagi lebih riskan depresi dari umumnya.